PELAJARAN DARI MANTAN

Aku pernah punya mantan pacar. kami pacaran kurang lebih 2 tahun, lumayan lama. Selama 2 tahun pacaran jelas banyak yang kami lewatin bareng-bareng, dari yang tiap harinya selalu ketemu kalau gak ketemu sehari aja serasa LDR 1 tahun. kemana-mana maunya bareng pacar, apa apa ditemani pacar, bentaran kasih kabar rencanain mau kemana ntar malam atau besok pagi tiap hari penuh jadwal yang musti dihabisin bareng pacar, sampai akhirnya mungkin aku ngerasa insecure dengan hubungan kami karna kegiatan dan lingkungan barunya. ya lingkungannya itu dipenuhin cewe-cewe yang mungkin lebih cantik dan lebih bisa perhatiin dia, aku yang dasarnya waktu itu mungkin berharap banyak dengannya. jadi super was was. 

aku perempuan yang berfikir tindakan timbal balik pada saat itu. tindakan timbal balik itu seperti, kalau aku beri nilai 100 kamu juga harus kasih aku 100, aku juga orang yang egois dengan pembawaan yang gampang akrab ke cowo aku rasa kadang pacar gak nyaman dengan temanku, temanku kebanyakan cowo. semuanya karna sifatku yang ini dan aku rasa pacarku saat itu dapat timing yang tepat buat BALAS DENDAM.

Tiap dia gak ada kabar aku berfikir negatif. Setiap dia update sosial media aku selalu ngerasa ada yang salah dengan postingannya. Dan instagram barunya yang gak follow instagram aku yang jelas-jelas dia tau nama IG-ku.Waktu aku bilang aku sakit jawabannya cuma "oh". dan cara cara penolakannya disetiap rencana pertemuan yang sebisa mungkin aku atur semua serasa salah dan aku ngerasa diabaikan. Waktu itu jelas sakit. 

Yah... mungkin dikepalanya saat itu bilang "INI SAAT NYA KAU RASAKAN YANG AKU RASAKAN...!!". Dia dengan pekerjaan baru yang bisa dibilang bisa mengangkat namanya dikalangan teman-teman. dengan wajah yang tidak terlalu jelek dia bisa mendapatkan perempuan yang lebih baik. bisa dibilang dia sudah mencapai titik kesuksesan hidup saat itu. aku??

aku ada di posisi paling jatuh. aku ketakutan dengan ada tumor di dada yang ternyata gak parah. Dan aku sedang tidak bekerja. aku yang terasa jauh dengan teman teman. Karna biasanya aku habiskan waktu dengannya. aku terbiasa dengannya. Dia mendadak jadi seperti narkoba yang buat candu, lihat dia ngebahagiain orang lain aku ngerasa obat aku dimaling orang. lebay emang... ya tapi rasanya gitu.  
Sampai akhirnya kami putus diakhir tahun 2014. awal tahun 2015 aku jadi cewe lebay. bentar-bentar nangis nginget dia. sampai akhir aku aku ketemu kenalan yang buat aku nyaman dibulan juli 2015 yang sekarang jadi pacar aku. 

dan sekarang kami sudah pacaran hampir 6 bulan dan selama aku pacaran dengan yang ini itu beda 180 derjat dengan yang lama yang lama ketemu tiap hari. yang ini kami ketemu 1x dua minggu. kegiatan kami lakukan masing-masing karna kami punya hobi yang beda. olahraga aja yang kami sempatkan untuk bareng. kalau lagi gila ya gila bareng bareng. jujur aja dengan yang ini aku jauh lebih ikhlas jalani hubungan. ternyata benar. 
saat kau mengharap kan sesuatu kau mendapatkan keterbatasan. saat kau tidak mengharapkan apa apa kau mendapat kedamaian.

untuk pacarku sekarang semoga kita bisa jadi orang yang berguna buat semua dan hubungan kita semoga sehat-sehat untuk kedepannya. 

untuk mantan semoga dapat kehidupan yang lebih baik lagi. terimakasih sejarah dan pelajarannya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pilih film yang "kamu banget"

Tips Pilih Celengan

MEDIA SOSIAL? SIAPKAN MENTAL.